Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menekankan bahwa perguruan tinggi harus berperan sebagai lokomotif peradaban, bukan hanya sebagai pabrik tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri. Hal ini disampaikan oleh Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Mukhamad Najib, dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-274.
Mukhamad Najib menjelaskan bahwa industri hanya salah satu sektor dari peradaban, dan kampus harus bisa menjadi lokomotif peradaban yang dapat menjawab tantangan zaman. Ia menambahkan bahwa bidang kehidupan tidak hanya industri, dan tidak semua masyarakat harus masuk di dalam industri. Oleh karena itu, kampus harus mengembangkan berbagai bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Mukhamad Najib juga membahas situasi di mana investor asing masuk Indonesia dan membuka industri baru, namun masyarakat hanya menjadi penonton. Ia menekankan bahwa Indonesia harus menjawab kondisi ini dengan membekali anak negeri dengan keahlian yang dibutuhkan, sehingga mereka dapat berkontribusi pada pembangunan peradaban. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing adalah misi Kemendiktisaintek.
Ia menegaskan bahwa apapun bidang keilmuan yang dikembangkan, harus bisa menjawab tantangan zaman dan berkontribusi pada pembangunan peradaban. Oleh karena itu, bidang studi harus terus memperbarui keilmuannya untuk tetap relevan dengan perubahan-perubahan zaman. Mukhamad Najib juga menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat memiliki daya saing agar bisa berkontribusi pada semua sektor kehidupan.