Mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, namun perlu diingat bahwa tidak semua vitamin dan mineral sebaiknya dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan. Beberapa kombinasi vitamin dan mineral dapat saling mengganggu proses penyerapan di dalam tubuh atau meningkatkan risiko efek samping jika dikonsumsi bersamaan.
Salah satu kombinasi yang sebaiknya dihindari adalah zat besi dan kalsium. Kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi, baik yang berasal dari makanan maupun suplemen. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi 300-600 miligram kalsium bersamaan dengan makanan dapat menurunkan penyerapan zat besi sekitar 50-60 persen.
Kombinasi lain yang perlu dihindari adalah zat besi dan zinc dosis tinggi. Kedua mineral tersebut menggunakan jalur penyerapan yang serupa di usus, sehingga jika dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar, keduanya dapat saling bersaing dan mengurangi penyerapannya. Asam folat (vitamin B9) dan vitamin B12 juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dalam dosis tinggi, karena asam folat dapat menutupi gejala kekurangan vitamin B12.
Vitamin C dosis tinggi dan vitamin B12 juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, karena vitamin C dapat mengurangi penyerapan vitamin B12. Selain itu, mengonsumsi vitamin A dari beberapa suplemen sekaligus juga perlu dihindari, karena vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang dapat disimpan di dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan toksisitas atau hipervitaminosis A jika dikonsumsi secara berlebihan.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua vitamin perlu dipisahkan. Beberapa kombinasi vitamin dan mineral dapat saling mendukung dan meningkatkan penyerapannya, seperti vitamin D dan kalsium, serta vitamin C dan zat besi. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral.