Koordinator aksi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dani Egison, mengungkapkan bahwa ia telah diundang untuk bertemu dengan pihak kampus, yaitu Direktur Kemahasiswaan, pada pekan depan. Pertemuan ini diharapkan dapat membahas tuntutan mahasiswa yang telah disampaikan dalam aksi demo pada 24 Juni 2026.
Dani menjelaskan bahwa aksi demo tersebut dilakukan untuk merespons beberapa kebijakan UNY yang dinilai tidak mendukung kepentingan mahasiswa. Di antaranya, kebijakan pendirian dapur Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak transparan, serta kebijakan tes kesehatan bagi mahasiswa baru yang dianggap tidak fleksibel.
Menurut Dani, pihak kampus telah berjanji untuk mengadakan pertemuan untuk membahas tuntutan mahasiswa. Namun, belum ada jadwal pasti untuk pertemuan tersebut. "Kita masih menunggu iktikad baik dari kampus yang menjanjikan bertemu untuk penyelesaian masalah dan tanggapan terkait tuntutan," ujar Dani.
Dani juga menyoroti kebijakan pintu gerbang masuk UNY yang semakin sedikit dan kewajiban tes kesehatan bagi mahasiswa baru. Menurutnya, kebijakan tersebut telah menimbulkan masalah baru, seperti kemacetan parah di pintu utama rektorat dan mobilitas kendaraan yang tidak efisien.
Aliansi mahasiswa UNY berharap bahwa pertemuan dengan pihak kampus dapat membahas tuntutan mereka dan mencari solusi yang mendukung kepentingan mahasiswa. Mereka juga berharap bahwa kebijakan yang tidak mendukung kepentingan mahasiswa dapat dibatalkan.