Pendidikan

Krisis Kepercayaan Orang Tua Terhadap Sekolah Formal dan Munculnya Homeschooling

Selasa, 14 Juli 2026, 12:16 WIB 47 views 2 menit baca
Krisis Kepercayaan Orang Tua Terhadap Sekolah Formal dan Munculnya Homeschooling
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Sekolah formal di Indonesia seringkali dikritik karena menggunakan metode pembelajaran yang terlalu menghafal dan tidak memungkinkan anak untuk berpikir kritis. Hal ini menyebabkan anak-anak hanya menghafal materi pembelajaran tanpa memahami konsep yang sebenarnya. Paulo Freire, seorang filsuf pendidikan, menyebut metode pembelajaran ini sebagai "pendidikan bergaya bank" di mana guru adalah subjek pemilik pengetahuan dan anak adalah objek yang harus diisi.

Kurikulum merdeka yang diterapkan sejak tahun 2022 merupakan upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini menekankan partisipasi anak secara aktif dan menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Namun, hasil tes kemampuan akademik yang diselenggarakan Kemendikdasmen tahun 2025 menunjukkan bahwa rata-rata nilai yang dicapai para pelajar di seluruh Indonesia masih relatif rendah.

Di tengah keputusasaan terhadap sistem sekolah, homeschooling hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Homeschooling memungkinkan anak untuk belajar dari pengalaman riil dan melibatkan seluruh panca indera. Metode pembelajaran ini juga memungkinkan anak untuk mengembangkan kreativitas, kecerdasan emosional, dan aspek moral dan spiritual.

Namun, homeschooling juga memiliki tantangan tersendiri. Orang tua yang memilih homeschooling bagi anaknya perlu memiliki kompetensi akademik yang memadai untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran. Mereka juga perlu memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak dan menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan usia dan gaya belajarnya. Jika tidak, homeschooling dapat berisiko melanggengkan learning loss dan membuat anak semakin tertinggal dari jenjang pendidikan yang ideal.

Pendidikan yang efektif adalah proses yang memfasilitasi anak untuk berani bertanya dan mengembangkan kepercayaan diri. Sistem pembelajaran seharusnya tidak diarahkan agar anak dapat berhasil menyiapkan diri dalam menghadapi ujian dan mendapatkan nilai semata, tetapi juga diarahkan agar anak siap dalam menghadapi setiap dinamika dan realita kehidupan. Dalam segala situasi, pendidikan haruslah tentang menyiapkan manusia yang utuh sehingga mampu mencapai kemerdekaan sejati.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait