Nasional

Kuliah Umum di Unsrat, Gubernur Akmil Bahas Geopolitik dan Peran Generasi Muda

Minggu, 14 Juni 2026, 01:27 WIB 9 views 3 menit baca
Berikan Kuliah Umum di Unsrat, Gubernur Akmil Paparkan Dinamika Politik Dunia dan Peran Strategis Generasi Muda
Berikan Kuliah Umum di Unsrat, Gubernur Akmil Paparkan Dinamika Politik Dunia dan Peran Strategis Generasi Muda
Bagikan:

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado mengadakan kuliah umum dengan tema “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” pada Kamis (11/6/2026). Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar, S.E., M.M., menjadi pembicara utama dalam acara yang dihadiri sekitar 800 peserta, termasuk mahasiswa, dosen, dan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Unsrat dan dimulai pada pukul 14.00 WITA dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa bersama.

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan memberikan apresiasi kepada Mayjen TNI Rano Tilaar yang telah berbagi wawasan strategis. Ia berharap peserta dapat memperluas pemahaman mengenai tantangan global yang ada. Sebelum kuliah umum dimulai, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya menampilkan tarian tradisional Katrili yang mendapat sambutan positif dari hadirin.

Dalam kuliah umumnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik adalah kajian mengenai dampak kondisi geografis terhadap kebijakan politik, ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarnegara. Ia menekankan pentingnya geopolitik sebagai landasan bagi negara dalam merumuskan strategi untuk mencapai kepentingan nasional. Materi yang disampaikan mencakup ideologi ultra nasionalisme, perkembangan geopolitik terkini, posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, serta dampak perubahan geopolitik global terhadap Indonesia. Rano Tilaar juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di persimpangan Asia dan Australia, serta dua samudra, Hindia dan Pasifik, yang menjadikannya penting dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah. Generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, inovasi, dan daya saing untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. Rano Tilaar menyatakan, “Generasi muda memiliki peran penting sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, semangat bela negara, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis dalam menghadapi perubahan lingkungan internasional yang semakin dinamis.”

Sesi kuliah umum dilanjutkan dengan dialog interaktif, di mana mahasiswa dapat menggali lebih dalam berbagai isu terkait geopolitik dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konstelasi global yang berubah. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Rektor Unsrat kepada Gubernur Akmil, penghargaan kepada mahasiswa yang aktif bertanya, serta sesi foto bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta, Philip Pantouw, para dekan, dosen, pengurus BEM, dan ratusan mahasiswa Unsrat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang perkembangan geopolitik global dan dampaknya terhadap keamanan, ekonomi, sosial, serta kedaulatan Indonesia. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan semangat bela negara, guna membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, adaptif, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait