JAKARTA - Muhammad Natsir, Koordinator Aliansi Rakyat untuk Prabowo, menyatakan bahwa penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) merupakan kesalahan pemahaman. Ia menegaskan bahwa kedua program ini mencerminkan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan poros ekonomi di kalangan masyarakat akar rumput.
Natsir menjelaskan, masyarakat di tingkat akar rumput telah merasakan manfaat positif dari implementasi MBG dan Kopdes. Ia mengajak mahasiswa, sebagai generasi intelektual, untuk memiliki pandangan yang lebih luas dalam menilai berbagai program yang dilaksanakan oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, program-program ini merupakan bagian dari mandat konstitusi dan UUD 1945.
Selain itu, Natsir juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah mengambil langkah signifikan dalam menanggulangi kebocoran anggaran negara yang mencapai nilai puluhan ribu triliun setiap tahunnya. Ia menambahkan bahwa pemangkasan pemborosan anggaran negara merupakan salah satu tuntutan yang muncul sejak reformasi 1998.
Oleh karena itu, Natsir mempertanyakan nasionalisme dan sikap patriotisme sekelompok mahasiswa yang menolak program-program tersebut, dan menekankan bahwa seharusnya mereka berjuang untuk kepentingan rakyat dan negara.
Dengan demikian, keberadaan program MBG dan Kopdes diharapkan dapat terus mendukung ekonomi masyarakat kecil dan memperkuat pembangunan SDM di Indonesia.