Lalat adalah serangga yang sangat mengganggu, terutama saat makan. Tanpa sadar, lalat dapat hinggap pada makanan yang siap disantap, membuat banyak orang bertanya-tanya apakah makanan tersebut masih aman untuk dikonsumsi.
Sebagian orang menganggap lalat hanya sebagai gangguan kecil yang tidak berbahaya, dan makanan yang sudah dihinggapi lalat masih dianggap aman karena lalat hanya mendarat sebentar. Namun, para ahli keamanan pangan dan entomologi memiliki pendapat yang berbeda.
Menurut pakar keamanan pangan Vanessa Coffman, lalat dapat memindahkan kuman yang mereka ambil dari sampah, kotoran hewan, dan permukaan terkontaminasi lainnya melalui kaki dan tubuh mereka. Lalat juga sering memuntahkan enzim pencernaan ke makanan, yang dapat meracuni makanan tersebut.
Ahli entomologi Marcus Griswold menyamakan mulut lalat dengan spons dapur bekas yang bau, kotor, dan penuh bakteri. Lalat hijau atau lalat biru dinilai sangat bermasalah karena mereka berpindah-pindah di antara kotoran hewan.
Para ahli menyarankan untuk langsung membuang makanan ketika lalat sudah mendarat pada makanan berulang kali atau ada kotoran atau telur lalat terlihat pada makanan. Hal ini karena lalat dapat membawa kontaminan yang berbahaya dan membuat makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.