Vaksin Human Papillomavirus (HPV) seringkali dianggap hanya diperlukan bagi orang dewasa yang telah aktif secara seksual. Namun, secara medis, perlindungan terbaik sebenarnya diperoleh ketika imunisasi HPV diberikan sejak usia anak-anak sebelum adanya risiko paparan virus.
Pemerintah telah menetapkan vaksin HPV sebagai salah satu imunisasi wajib bagi anak usia sekolah untuk menekan angka penyebaran penyakit akibat infeksi HPV. Menurut situs resmi Eka Hospital, pemberian vaksin HPV pada anak usia 10-13 tahun memberikan efektivitas imunitas yang jauh lebih maksimal karena risiko paparan virus yang masih sangat rendah dan pembentukan respons imun pada anak-anak bekerja lebih optimal.
Pemberian 2 dosis vaksin HPV pada rentang usia 10-13 tahun terbukti memberikan tingkat perlindungan yang setara dengan 3 dosis yang diberikan pada remaja usia 16-18 tahun. Pemerintah Indonesia telah memasukkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi gratis bagi anak kelas 5 SD melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dapat diakses di sekolah maupun Puskesmas.
Vaksin HPV tidak hanya penting bagi anak perempuan, tetapi juga sangat krusial bagi anak laki-laki. Vaksinasi HPV dapat mencegah infeksi kutil kelamin serta berbagai penyakit ganas seperti kanker serviks, kanker penis, kanker anus, kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker vagina. Vaksinasi sejak dini efektif mencegah penularan virus HPV yang dapat terjadi melalui hubungan seksual atau sentuhan kulit.
Vaksinasi HPV disuntikkan secara intramuskular (ke dalam jaringan otot) dengan skema pemberian 3 dosis. Jika anak melewatkan jadwal penyuntikan dosis berikutnya, orang tua tidak perlu mengulang proses imunisasi dari awal, cukup melanjutkan dosis yang terlewat sesuai petunjuk tenaga medis.