Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemukan beberapa masalah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026 di Jawa Barat. Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memiliki inovasi SPMB yaitu SPMB Maung yang merupakan sekolah unggulan jenjang pendidikan SMA dan SMK dengan jumlah sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah Maung sebanyak 41 SMA dan SMK.
Setelah dipantau, FSGI menemukan beberapa temuan masalah dalam pelaksanaan SPMB Sekolah Maung 2026. Beberapa temuan FSGI antara lain kendala sistem dan aplikasi, dugaan pengurangan skor, kejanggalan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), tindak lanjut orangtua, dan evaluasi DPRD Jawa Barat. Kendala sistem dan aplikasi membuat website resmi SPMB sering tidak bisa diakses, error, dan data pendaftar sempat hilang sehingga dinilai menyulitkan peserta.
Dugaan pengurangan skor juga menjadi masalah yang ditemukan FSGI. Sejumlah orangtua protes karena skor seleksi atau nilai anak mereka berkurang secara tiba-tiba tanpa kejelasan, yang menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan. Kejanggalan PCMB turut memicu polemik karena dinilai kacau dan tidak transparan.
Ratusan orang tua yang merasa dirugikan telah beramai-ramai mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) untuk menuntut transparansi. Selain itu, mereka juga melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. Komisi terkait di DPRD Jawa Barat telah menyoroti masalah ini dan mengevaluasi bahwa aplikasi serta sistem yang digunakan sedari awal memang belum matang dan siap.