Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengajak mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan peluang belajar di luar negeri. Menurut Mu'ti, hal ini bisa menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring global.
Mu'ti menekankan bahwa kesempatan untuk belajar maupun mendapatkan beasiswa internasional terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan dalam menekuni bidang ilmu tertentu. "Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen," kata Mu'ti.
Pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membantu membangun pola pikir dan karakter yang lebih kuat. Mu'ti mengatakan bahwa atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik.
Selain aspek akademik, Mu'ti mengatakan bahwa pengalaman tinggal dan belajar di negara lain juga memberikan kesempatan untuk memahami budaya yang berbeda. Melalui pengalaman itu, peserta didik dapat mempelajari nilai-nilai kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, ketertiban di ruang publik, serta berbagai praktik baik yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Mu'ti juga menyoroti pentingnya jejaring internasional yang terbentuk selama menempuh pendidikan di luar negeri. Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan global.