Perkembangan teknologi membuat dunia kedokteran gigi terus bergerak maju, namun kesadaran untuk memahami akar profesi dinilai tetap penting. Hendra Hidayat Museum di Jakarta hadir sebagai ruang edukasi yang mengajak masyarakat dan komunitas dokter gigi memahami perjalanan panjang profesi kedokteran gigi di Indonesia.
Di dalam museum tersebut tersimpan berbagai instrumen bedah lama, buku anatomi dengan catatan tangan, dokumentasi operasi, serta jejak perjalanan profesi drg Hendra Hidayat, SpBM yang merupakan salah satu pionir bedah mulut dan implantologi di Indonesia. Pendiri museum, Debra Hidayat, mengatakan bahwa museum ini dibangun sebagai bagian dari proses pendidikan kedokteran gigi yang lebih holistik.
Menurut Debra, museum tersebut dihadirkan untuk melengkapi proses pendidikan yang selama ini lebih banyak berfokus pada keterampilan klinis. Jika pusat pelatihan membantu mengasah kemampuan teknis, museum menjadi ruang refleksi untuk memahami nilai, dedikasi, dan perjalanan panjang yang membentuk profesi kedokteran gigi.
Debra menilai, pemahaman terhadap sejarah bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun profesionalisme. "Tanpa penghormatan terhadap para pionir, profesi dokter gigi dikhawatirkan hanya melahirkan praktisi yang mahir secara teknis, tetapi kehilangan kedalaman intelektual dan etika," tutur Debra.
Melalui museum ini, Debra juga mengajak komunitas dokter gigi dan masyarakat untuk lebih menghargai perjalanan keilmuan yang telah membuka jalan bagi perkembangan kedokteran gigi di Indonesia. Museum tersebut juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan lahir dari ketekunan, keberanian intelektual, dan komitmen panjang dalam melayani pasien.