Perubahan zaman dan kemajuan teknologi telah membawa dampak signifikan pada sektor pendidikan, terutama dalam pendidikan tinggi. Banyak program studi yang telah ada sejak lama mulai dipertanyakan relevansinya dengan kebutuhan industri dan masyarakat saat ini. Di sinilah muncul dilema: apakah lebih baik menutup program studi lama yang tidak lagi relevan atau mengubah cara kampus bekerja untuk mengakomodasi perubahan ini?
Menurut beberapa pakar pendidikan, menutup program studi lama bukanlah solusi yang ideal karena dapat berdampak pada pengangguran di kalangan dosen dan staf. Mereka lebih mendukung perubahan sistemik dalam cara kampus bekerja, seperti mengintegrasikan teknologi dan metode pembelajaran yang lebih inovatif. "Kita perlu memikirkan bagaimana mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga lulusan kita dapat langsung berkontribusi dan bersaing di pasar kerja," kata seorang dekan di sebuah universitas.
Di sisi lain, beberapa kalangan berpendapat bahwa menutup program studi yang tidak relevan dapat membuka kesempatan bagi pengembangan program studi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. "Kita tidak bisa terus mempertahankan program studi yang sudah ketinggalan zaman. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk merevitalisasi pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masa depan," tandas seorang ahli pendidikan.
Rangkaian diskusi dan debat ini menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang mudah untuk dilema ini. Namun, yang jelas adalah bahwa pendidikan tinggi harus beradaptasi dan berinovasi untuk tetap relevan. Apa yang akan terjadi selanjutnya masih belum jelas, tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa perubahan besar-besaran dalam sistem pendidikan tinggi sudah tidak dapat dihindari lagi.