Miliarder teknologi Bryan Johnson baru-baru ini mengaku telah membekukan darah menstruasi pacarnya, Kate Tolo, untuk keperluan penelitian. Johnson mengungkapkan bahwa darah tersebut dibekukan di dalam freezer dengan suhu mencapai -80 derajat Celcius.
Menurut Johnson, darah menstruasi tersebut mengandung sel endometrium, sel imun, dan sel punca. Ia mengatakan bahwa Kate bersedia untuk menjadi "eksperimen ilmiah" baginya dan mengumpulkan darah tersebut selama siklus menstruasi terakhirnya. Johnson berharap bahwa penelitian ini dapat membantu menyembuhkan penyakit yang diderita olehnya dan pacarnya, termasuk gastritis autoimun dan endometriosis.
Darah haid sendiri merupakan campuran berbagai komponen biologis dari rahim dan saluran reproduksi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam F&S Reviews menunjukkan bahwa darah haid berpotensi menjadi sampel diagnostik noninvasif untuk mendeteksi sejumlah kondisi ginekologi. Peneliti melihat darah haid sebagai "jendela" untuk mengetahui kondisi endometrium tanpa perlu biopsi.
Johnson berharap bahwa dengan menggunakan teknologi dan bioteknologi, kita tidak perlu lagi menyerah pada penyakit. Ia percaya bahwa penelitian ini dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit dan memberikan harapan baru bagi mereka yang menderita penyakit yang sulit diobati.