Minum air putih adalah salah satu kebiasaan sehat yang seringkali diabaikan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi mental seseorang. Dehidrasi ringan dapat memicu sakit kepala, mudah marah, penurunan performa fisik, hingga berkurangnya kemampuan konsentrasi dan fungsi kognitif.
Sebuah penelitian di Spanyol yang melibatkan 65 mahasiswi menemukan adanya korelasi antara dehidrasi ringan dan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Dalam studi tersebut, lebih dari 90 persen peserta diketahui tidak mengonsumsi cukup air untuk menggantikan cairan yang hilang sepanjang hari. Peneliti menemukan bahwa peserta dengan keseimbangan cairan tubuh yang lebih rendah cenderung memiliki tingkat kecemasan situasional yang lebih tinggi.
Temuan serupa juga muncul dalam penelitian di Iran yang melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa. Studi tersebut menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi air lebih sedikit cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang minum air dalam jumlah lebih banyak. Otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air, sehingga kekurangan cairan dapat memengaruhi suasana hati, fokus, serta kemampuan berpikir.
Meski minum air putih bukan pengobatan utama untuk gangguan kecemasan atau depresi, menjaga hidrasi yang cukup bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan mental secara keseluruhan. Banyak ahli menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi sekitar delapan gelas air per hari atau menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh masing-masing.