Pendidikan

Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD, Dukungan Kebijakan Pemerintah

Jumat, 22 Mei 2026, 11:04 WIB 8 views 2 menit baca
Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD, Dukungan Kebijakan Pemerintah
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Kantor Bahasa Inggris Regional (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menggelar program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD, dalam mendukung kebijakan pemerintah yang akan memperkenalkan kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.

Bermitra dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), RELO meluncurkan program pelatihan intensif selama dua minggu bertajuk “Practical English for Young Learners (PEYL)”. Program ini diselenggarakan di Denpasar, Bali, mulai tanggal 10-23 Mei.

Fokus utama dari program PEYL adalah memperkuat keterampilan mengajar para guru sekolah dasar, baik guru kelas maupun guru yang sedang membangun kemampuan Bahasa Inggris mereka. Program ini menekankan sebuah prinsip penting, yakni pengajaran Bahasa Inggris yang efektif untuk pelajar usia dini tidak hanya bergantung pada kefasihan berbahasa, tetapi juga menuntut metode pengajaran yang kuat dan keterampilan manajemen kelas yang praktis.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz menegaskan, kemampuan berbahasa asing membuka peluang luas bagi generasi muda Indonesia. “Bahasa Inggris adalah gerbang menuju pengetahuan global, peluang, dan koneksi internasional,” kata Ravetz.

Pihaknya meyakini, pelatihan ini merupakan bagian dari kontribusi dalam membangun kapasitas Bahasa Inggris siswa Indonesia, menumbuhkan semangat belajar, dan menciptakan keterlibatan kelas yang lebih dalam. Inisiatif kolaboratif ini disambut baik oleh kementerian terkait yang tengah mempersiapkan regulasi pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Perlindungan dan Pengendalian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Meliyanti menilai program ini sejalan dengan persiapan kurikulum pemerintah. “Program PEYL sangat penting untuk mempersiapkan guru sekolah dasar mengajar Bahasa Inggris dengan percaya diri menggunakan kegiatan yang sederhana namun menyenangkan,” tuturnya.

Pelatihan PEYL di Bali ini dibagi ke dalam dua kelompok pendidik. Kelompok pertama, yang menjalani pelatihan pada 11-15 Mei, melibatkan 51 guru sekolah dasar dari lingkungan Kemendikdasmen dan Kemenag, serta turut mengundang empat guru dari Timor Leste. Sementara itu, kelompok kedua yang berlatih pada 18-22 Mei mempertemukan 41 pelatih (trainers), yang terdiri dari instruktur pusat pelatihan pemerintah, pemimpin pendidikan daerah, profesor universitas, dan anggota asosiasi guru Bahasa Inggris.

Usai merampungkan 40 jam pelatihan, para lulusan PEYL ini ditargetkan untuk mengadakan lokakarya lanjutan di wilayah masing-masing, dengan fokus menyebarkan metode pengajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan berpusat pada siswa. Secara keseluruhan, Program PEYL merupakan wujud kolaborasi nyata antara RELO, Kemendikdasmen, dan Kemenag.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait