Bagi siswa kelas 12 yang ingin melanjutkan kuliah di bidang teknologi, memilih jurusan yang tepat sangat penting. Salah satu jurusan yang menjanjikan adalah Jurusan Artificial Intelligence (AI) atau Jurusan Kecerdasan Buatan. Dengan perkembangan AI yang pesat, kebutuhan tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan terus meningkat.
Beberapa universitas di Indonesia telah membuka program studi AI atau program yang berfokus pada kecerdasan buatan, machine learning, data science, hingga robotika. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah beberapa contoh universitas negeri yang menawarkan jurusan AI.
Selain universitas negeri, beberapa universitas swasta juga menawarkan jurusan AI, seperti Universitas Bina Nusantara (Binus University), Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Mahasiswa jurusan AI umumnya mempelajari berbagai mata kuliah seperti machine learning, deep learning, natural language processing, computer vision, data science, big data, robotics, internet of things, dan cloud computing.
Lulusan jurusan AI berpeluang berkarier sebagai AI engineer, machine learning engineer, data scientist, data engineer, AI researcher, computer vision engineer, NLP engineer, robotics engineer, software engineer, business intelligence analyst, AI consultant, dan AI product manager. Keahlian AI juga banyak dibutuhkan perusahaan teknologi global, startup, lembaga riset, serta instansi pemerintah yang mulai mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Bagi siswa yang menyukai matematika, logika, pemrograman, dan analisis data, jurusan AI menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Namun, calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan kurikulum, fasilitas laboratorium, dosen, kerja sama industri, dan status akreditasi program studi sebelum menentukan kampus tujuan.