Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk meningkatkan akses pendidikan di 34 provinsi. Program ini ditargetkan untuk 3.500 anak tidak sekolah yang berusia 16-18 tahun. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program PJJ merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.
Program PJJ ini dilaksanakan untuk menjangkau anak tidak sekolah dengan rentang usia 16 sampai 18 tahun. Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang hanya sebatas kegiatan formal di ruang kelas, melainkan sebagai proses pembelajaran yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan paradigma tersebut, Kemendikdasmen ingin menjangkau mereka yang tidak terjangkau sehingga PJJ ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan.
Program PJJ ini melibatkan 21 sekolah induk dan 62 sekolah mitra yang akan berkolaborasi sebagai unit layanan peserta didik. Selain itu, program ini juga melibatkan pusat dukungan belajar lokal, seperti penyediaan ruang belajar luring maupun tutor yang akan menjadi pendamping bagi murid PJJ. Dengan demikian, diharapkan program PJJ dapat meningkatkan akses pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan untuk semua anak Indonesia.