Pemerintah akan memprioritaskan usulan pembangunan sekolah-sekolah baru di daerah Indonesia timur dan daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam peresmian Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) di Manokwari, Papua Barat.
Mu'ti mengungkapkan bahwa prioritas ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah-daerah tersebut. "Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T," kata Mu'ti. Menurutnya, jika ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, pemerintah akan memberikan prioritas untuk tahun 2026 ini.
Langkah afirmatif di wilayah 3T ini, tambah Mu'ti, juga merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar pemerintahan saat ini dan arahan Presiden Prabowo Subianto. Mu'ti juga mengungkapkan bahwa afirmasi ini juga diberikan untuk memuluskan Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.
Pemerintah juga berencana untuk melakukan revitalisasi termasuk pendirian unit sekolah baru untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Mu'ti menjelaskan bahwa jika diakumulasikan dengan capaian revitalisasi pendidikan tahun sebelumnya, maka dalam dua tahun pemerintah menargetkan perbaikan sekolah hampir 100.000 unit.
Mu'ti juga menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap pendidikan tidak akan terbagi dengan kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Jadi kalau ada yang bilang komitmen pendidikan itu dikurangi dengan MBG, itu bukan kenyataan yang kita lihat di lapangan," kata Mu'ti.