Nasional

Pengembangan Transportasi Hidrogen di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026, 15:43 WIB 15 views 2 menit baca
Advertisement
Advertisement
Bagikan:

PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) telah bergabung untuk mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadopsi bus berbahan bakar hidrogen sebagai armada Transjakarta. Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, langkah ini dapat menjadi titik awal pengembangan ekosistem transportasi hidrogen di Indonesia, karena infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen dan pasokannya telah tersedia.

PLN saat ini memiliki kelebihan produksi hidrogen yang dapat dimanfaatkan untuk sektor transportasi. Hidrogen tersebut merupakan produk sampingan dari operasional pembangkit listrik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. "Produksi hidrogen kami sekitar 203 ton per tahun. Dari jumlah itu, hanya sekitar 75 ton yang dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sisanya sekitar 130 ton per tahun merupakan surplus yang bisa dimanfaatkan," ucap Darmawan dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta.

Darmawan menambahkan, PLN bersama Pertamina telah menyiapkan rantai pasok hidrogen dengan memanfaatkan kelebihan produksi tersebut. Bahkan, stasiun pengisian hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS) telah dibangun dan siap beroperasi. Ini merupakan langkah maju dalam pengembangan ekosistem transportasi hidrogen di Indonesia.

Dengan adopsi bus hidrogen sebagai armada Transjakarta, diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Ini juga dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengembangkan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Perkembangan ini akan terus dipantau dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait