Angka harapan hidup orang Indonesia telah meningkat menjadi 74 tahun, meningkat dari sebelumnya 72 tahun. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, di Jakarta. Namun, jika dibandingkan dengan negara tetangga, angka harapan hidup di Indonesia masih terbelakang, contohnya Jepang yang memiliki angka harapan hidup mencapai 84 tahun.
Menurut Maria, pola kematian di Indonesia kini bergeser ke usia produksi, yakni 35-60 tahun, dengan sebagian besar kasus kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. "Sekarang kita makin sering mendengar teman kita kena serangan jantung setelah lari atau lagi setelah badminton," ujarnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Kesehatan terus menggalakkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang telah mencatat lonjakan partisipasi masyarakat pada semester 1 tahun 2026, dengan jumlah warga yang mengakses pemeriksaan CKG mencapai 73 juta orang.
Angka harapan hidup orang Indonesia yang naik tak bisa serta merta dijadikan prestasi, karena banyak faktor di luar angka yang masih harus diperbaiki. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama dalam hal kesehatan. Dengan demikian, diharapkan angka harapan hidup orang Indonesia dapat terus meningkat dan menjadi lebih sejajar dengan negara-negara lain.