Pendidikan

Penutupan Prodi: Antara Kualitas dan Relevansi

Selasa, 28 April 2026, 14:39 WIB 27 views 1 menit baca
Penutupan Prodi: Antara Kualitas dan Relevansi
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Baru-baru ini, wacana penutupan program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat telah menjadi topik perbincangan hangat. Menurut pakar, penutupan prodi tersebut lebih terkait dengan penyerapan yang kurang, bukan kualitasnya. "Penyerapan lulusan oleh industri dan masyarakat masih kurang, sehingga prodi tersebut dianggap tidak relevan," kata seorang pakar pendidikan.

Penyerapan yang kurang ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya kesadaran industri dan masyarakat akan pentingnya prodi tersebut, serta kurangnya kerja sama antara perguruan tinggi dan industri. "Kita perlu meningkatkan kesadaran industri dan masyarakat akan pentingnya prodi tersebut, serta meningkatkan kerja sama antara perguruan tinggi dan industri," kata pakar tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas dan relevansi prodi, perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi dan peninjauan kembali kurikulum dan program studinya. "Kita perlu melakukan evaluasi dan peninjauan kembali kurikulum dan program studi kita, untuk memastikan bahwa prodi tersebut relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat," kata seorang dekan perguruan tinggi.

Dengan demikian, penutupan prodi yang tidak relevan dapat dihindari, dan perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas dan relevansi prodi, sehingga lulusannya dapat diserap oleh industri dan masyarakat. "Kita perlu bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan relevansi prodi, sehingga lulusan kita dapat menjadi yang terbaik dan dapat diserap oleh industri dan masyarakat," kata pakar pendidikan.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini
J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait