Kesehatan

Penyebab Sperma Encer yang Perlu Diketahui Pria

Kamis, 23 Juli 2026, 03:47 WIB 15 views 2 menit baca
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab sperma encer. (iStockphoto/Diy13)
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab sperma encer. (iStockphoto/Diy13)
Bagikan:

Perubahan pada kondisi sperma sering kali memunculkan pertanyaan, terutama jika teksturnya tampak lebih encer dari biasanya. Meskipun tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan, perubahan ini tetap perlu diperhatikan karena dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pada umumnya, sperma memiliki tekstur yang kental dan berwarna putih keabu-abuan. Namun, kekentalan sperma dapat berubah karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Dalam beberapa kasus, sperma yang lebih encer hanya bersifat sementara dan akan kembali normal tanpa pengobatan.

Ada beberapa penyebab sperma encer, di antaranya jumlah sperma rendah, varikokel, terlalu sering ejakulasi, ejakulasi retrograd, dan kekurangan zinc. Jumlah sperma rendah dapat disebabkan oleh gangguan hormon, infeksi, paparan bahan kimia berbahaya, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, obesitas, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar testis yang dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitas air mani. Frekuensi ejakulasi yang sangat sering juga dapat menyebabkan sperma tampak lebih encer karena tubuh membutuhkan waktu untuk memproduksi kembali air mani dan sperma dalam jumlah optimal.

Ejakulasi retrograd adalah kondisi ketika air mani mengalir ke kandung kemih, bukan keluar melalui penis saat ejakulasi. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada otot sfingter kandung kemih. Kekurangan zinc juga dapat memengaruhi kualitas air mani, termasuk membuat sperma menjadi lebih encer.

Tanda-tanda sperma encer antara lain tekstur air mani yang lebih cair, warna sperma yang lebih bening, volume air mani yang keluar lebih sedikit, sperma yang cepat mencair, dan kesulitan memperoleh keturunan. Jika kondisi ini berlangsung lama, pemeriksaan medis diperlukan agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan serta kesehatan reproduksi tetap terjaga.

E

Penulis

Eira Orelia

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait