Pertanyaan tentang format diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri oleh pejabat pemerintah telah diajukan oleh Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Ansy Lema. Ia menilai bahwa forum tersebut lebih seperti monolog daripada dialog karena komposisi narasumber yang seluruhnya berasal dari kalangan pemerintah.
Ansy Lema menyoroti bahwa kampus seharusnya juga menghadirkan unsur sivitas akademika sebagai narasumber utama agar pembahasan lebih berimbang. Menurutnya, mahasiswa yang hadir dalam forum tersebut lebih banyak berperan sebagai peserta undangan ketimbang menjadi bagian dari subjek dialog. Ia berpendapat bahwa harus ada representasi narasumber dari sivitas akademika, baik mahasiswa sebagai narasumber dan juga dosen ataupun juga peneliti, agar forum tersebut menjadi lebih representatif.
PDIP menilai bahwa format diskusi tersebut tidak memenuhi standar dialog yang sebenarnya, karena tidak ada representasi dari kalangan akademika. Ansy Lema berharap bahwa di masa depan, forum-forum seperti ini dapat diadakan dengan lebih terbuka dan inklusif, sehingga semua pihak dapat berpartisipasi dan menyampaikan pendapat mereka.