Kesehatan

Postbiotik: Kunci untuk Meningkatkan Kesehatan Usus

Selasa, 28 Juli 2026, 16:06 WIB 59 views 2 menit baca
Ilustrasi. Selain probiotik dan prebiotik, ternyata ada pula postbiotik. Apa itu postbiotik dan manfaatnya bagi kesehatan usus? Simak penjelasannya di sini. (Getty Images/Mariia Vitkovska)
Ilustrasi. Selain probiotik dan prebiotik, ternyata ada pula postbiotik. Apa itu postbiotik dan manfaatnya bagi kesehatan usus? Simak penjelasannya di sini. (Getty Images/Mariia Vitkovska)
Bagikan:

Postbiotik merupakan istilah yang mulai banyak dibicarakan dalam dunia kesehatan, terutama dalam konteks kesehatan pencernaan. Namun, banyak orang masih belum memahami apa itu postbiotik dan bagaimana perannya dalam menjaga kesehatan usus. Sebelum membahas tentang postbiotik, perlu dipahami terlebih dahulu tentang probiotik dan prebiotik.

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang ditemukan dalam makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sejenisnya. Probiotik berfungsi membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus, sehingga pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa lebih terjaga. Sementara itu, prebiotik merupakan 'makanan' untuk probiotik, yang biasanya berasal dari makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan beberapa jenis sayuran.

Postbiotik itu sendiri merupakan 'sampah' atau hasil sampingan yang terbentuk setelah prebiotik dan probiotik dicerna tubuh. Postbiotik mengandung senyawa bermanfaat, seperti asam lemak rantai pendek, enzim, vitamin B dan K, hingga peptida antimikroba yang membantu melawan bakteri jahat. Menariknya, postbiotik tidak mengandung bakteri hidup, sehingga lebih stabil dan tidak ada risiko 'mati' seperti probiotik.

Postbiotik memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan sistem imun, mencegah dan mengatasi diare, menjaga kesehatan usus, dan bersifat antioksidan. Postbiotik berupa butirat, asam lemak rantai pendek, dapat merangsang produksi T cells di usus, yang membantu mengatur respons imun agar tidak berlebihan. Selain itu, postbiotik juga bisa memicu produksi sitokin antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan.

Secara umum, postbiotik tergolong aman dan mudah ditoleransi oleh orang dengan sistem imun yang sehat. Namun, pada kelompok dengan daya tahan tubuh lemah, risikonya bisa lebih tinggi. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengubah pola makan atau mengonsumsi suplemen postbiotik maupun probiotik.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait