Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan mendengarkan semua usulan dari para rektor yang hadir dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di JICC, Jakarta Pusat. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, dari 26-28 Juni 2026, dan menghadirkan pemerintah, perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan untuk mengkonsolidasikan gagasan.
Salah satu usulan yang disampaikan oleh Ketua MRPTNI Eduart Wolok adalah meningkatkan alokasi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Usulan ini datang dari Rektor Universitas Tadolako Prof. Amar, yang menyatakan bahwa pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu merupakan strategi investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.
Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memperhatikan satu per satu usulan yang disampaikan. Hal ini disampaikan olehnya dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di JICC, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026). "Daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan," kata Prabowo.
Kasus bangku kosong di perguruan tinggi juga dibahas dalam acara tersebut. Menurut Eduart Wolok, kasus bangku kosong tahun lalu dipengaruhi beberapa faktor, termasuk prodi yang tidak terisi sesuai dengan kuota yang ditetapkan di awal, serta peserta jalur SNBP atau SNBT yang lulus untuk prodi di pilihan kedua, ketiga, atau keempat, lalu memutuskan tidak mengambil pilihan pertama di jalur berikutnya.
Eduart Wolok juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang mendata jumlah pasti calon mahasiswa yang terkendala biaya untuk tahun 2026. Angka konkretnya belum bisa dikumpulkan karena proses seleksi jalur mandiri masih berjalan. Kemungkinan baru bisa terdata pada Agustus mendatang.