Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meluncurkan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta pada tahun 2027. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa target penerima beasiswa ini pada tahap awal sebanyak 50 hingga 70 orang. Menurutnya, program ini terpisah dari program beasiswa LPDP pusat karena dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, tetapi bekerja sama dengan LPDP pusat.
Pramono juga menegaskan bahwa program ini tidak akan menganggu program afirmasi siswa lainnya seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima program KJP dan KJMU tidak akan berkurang dengan adanya program beasiswa LPDP Jakarta. "Sampai hari ini, program untuk KJP dan KJMU, baik tahun lalu, tahun ini, maupun tahun depan jumlahnya kurang lebih sama. Karena saya enggak mau yang namanya KJP itu dikurangi," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana mengirim 100 orang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan skema beasiswa LPDP Jakarta. Dari angka 100 orang itu, nantinya akan dialokasikan khusus untuk menerima anak-anak Betawi atau anak asli Jakarta. Pramono menjelaskan bahwa rencana ini diadakan untuk memperluas akses pendidikan masyarakat Jakarta melalui beasiswa LPDP. Berbagai macam pertemuan juga sudah dilakukan Pramono untuk memastikan agar program ini bisa berjalan dengan baik.
Pelaksanaan program beasiswa LPDP Jakarta tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, menurut Pramono, kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar program beasiswa ke luar negeri tersebut dapat berjalan optimal. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta dan memberikan kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.