Serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer serta kepentingan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah semakin meluas dan brutal, dengan seluruh negara Teluk, kecuali Uni Emirat Arab, menjadi sasaran serangan. Bukan hanya pangkalan atau fasilitas militer, kepentingan AS juga menjadi target sebagaimana diklaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menargetkan pusat data Amazon di Bahrain.
Kantor berita Tasnim, mengutip pernyataan IRGC, angkatan udaranya menargetkan infrastruktur pusat data Amazon menggunakan beberapa rudal jelajah. IRGC mengeklaim, infrastruktur Amazon itu hancur akibat serangan rudal. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Bahrain, AS, maupun Amazon terkait serangan tersebut.
Pada masa awal perang AS-Israel melawan Iran, IRGC juga menyerang kepentingan AS di kawasan termasuk kantor misi diplomatik serta hotel yang digunakan pasukan AS mengungsi. Sebelumnya IRGC juga mengumumkan keberhasilan serangan terhadap kompleks penampungan tentara AS di Yordania. Serangan itu diklaim menewaskan banyak personel.
Menurut IRGC, angkatan udaranya menargetkan kompleks pasukan AS Al Rukban, Yordania. Serangan itu dilakukan sebagai bagian dari gempuran gelombang ke-24 Operasi Nasr 2. Dengan serangan-serangan ini, konflik di Timur Tengah semakin memanas, dan perkembangan selanjutnya masih belum dapat diprediksi.