Dua dekade yang lalu, Aceh dilanda salah satu tragedi kemanusiaan terbesar abad ini, yaitu tsunami yang menghancurkan berbagai fasilitas publik, termasuk sektor pendidikan. Namun, dari kepedulian kemanusiaan, lahirlah Fatih Bilingual School yang tidak hanya membangun kembali dinding-dinding kelas, melainkan juga memulihkan masa depan generasi Aceh melalui pendidikan.
Perjalanan panjang penuh resiliensi ini berbuah manis ketika SMA Fatih Bilingual School terpilih menjadi bagian dari Program Sekolah Garuda Transformasi, sebuah program strategis nasional yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ini merupakan lompatan besar bagi sekolah yang awalnya lahir dari reruntuhan bencana, kini bertransformasi menjadi salah satu lokomotif utama pencetak talenta global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional yang lahir dari visi Presiden RI melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) guna membangun sekolah unggul di berbagai daerah. Program Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk memperkuat SMA/MA yang telah memiliki potensi unggul agar mampu mengoptimalkan pengembangan peserta didik menuju perguruan tinggi terbaik dunia.
Kepala SMA Fatih Bilingual School, Sudarman, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan amanah besar sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. "Menjadi bagian dari Sekolah Garuda Transformasi merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi SMA Fatih Bilingual School," ungkap Sudarman.
Ke depan, SMA Fatih Bilingual School akan terus memperkuat budaya riset, literasi, numerasi, inovasi, kecakapan digital, serta pembinaan peserta didik menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Sekolah juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, lembaga riset, dan mitra internasional untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.