Pendidikan

Tahun Ajaran Baru: Membangun Sekolah Aman dan Berkarakter

Selasa, 14 Juli 2026, 15:17 WIB 43 views 2 menit baca
Tahun Ajaran Baru: Membangun Sekolah Aman dan Berkarakter
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Tahun ajaran baru telah dimulai, dan ini membawa harapan baru bagi jutaan anak Indonesia. Hari pertama sekolah bukan hanya dimulainya proses belajar mengajar, tetapi juga awal pembentukan pengalaman, karakter, dan rasa percaya diri peserta didik. Kesan pertama yang diperoleh anak terhadap lingkungan sekolah akan memengaruhi kenyamanan, motivasi belajar, hingga perkembangan sosial-emosional mereka pada masa mendatang.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua siswa. Salah satu langkahnya adalah dengan memperkuat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bebas dari perpeloncoan, kekerasan, dan perundungan. Kebijakan ini sejalan dengan semangat Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah yang melarang segala bentuk kekerasan maupun aktivitas yang tidak mendidik selama MPLS.

Langkah Kemendikdasmen yang membatasi kepanitiaan MPLS hanya berasal dari unsur guru dan pengurus OSIS yang memenuhi kriteria juga merupakan kebijakan yang tepat. Pengawasan yang lebih kuat akan memperkecil peluang terjadinya praktik perundungan maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik baru. Namun, tantangan pendidikan kita jauh lebih besar daripada sekadar memastikan MPLS berlangsung aman. Sekolah harus mampu membangun budaya yang menghargai setiap anak sepanjang tahun, bukan hanya pada masa orientasi.

Data menunjukkan bahwa persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah kasus kekerasan di satuan pendidikan meningkat dari 91 kasus pada 2020, menjadi 142 kasus pada 2021; 194 kasus pada 2022; 285 kasus pada 2023; 573 kasus pada 2024, dan kembali meningkat sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan di sekolah bukan lagi kasus yang bersifat insidental, tetapi telah menjadi persoalan sistemik yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Tahun ajaran baru hendaknya menjadi titik awal menghadirkan sekolah yang benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap anak. Tempat mereka merasa aman, dihargai, berani bermimpi, dan tumbuh menjadi generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, saling menghormati, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Dalam segala situasi, sekolah harus menjadi tempat yang mendukung perkembangan anak secara holistik, dengan memperhatikan aspek akademik, sosial-emosional, dan karakter.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait