Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, menyatakan bahwa tugas Menkeu dalam menghadapi tekanan fiskal sebenarnya tidak terlalu rumit. Menurutnya, pemerintah hanya memiliki tiga opsi utama untuk merespons kondisi tersebut, yaitu meningkatkan penerimaan negara, mengurangi belanja, dan menambah pembiayaan melalui utang.
Chatib menjelaskan bahwa meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dipandang kurang tepat karena berisiko menekan daya beli masyarakat. Sementara itu, menambah utang juga bukan pilihan bijak mengingat suku bunga global yang masih tinggi sehingga biaya dana menjadi sangat mahal. Oleh karena itu, pemerintah disarankan untuk melakukan rasionalisasi anggaran secara progresif, termasuk dengan memangkas subsidi yang tidak tepat sasaran.
Menurut Chatib, langkah ini dianggap sebagai jalan paling realistis untuk menyehatkan fiskal tanpa harus membebani struktur utang jangka panjang. Namun, di balik perhitungan angka-angka tersebut, terdapat tantangan besar berupa realitas politik yang sering kali berseberangan dengan prinsip dasar ekonomi. Sering kali sebuah kebijakan yang secara teknis benar justru sulit dieksekusi karena adanya kekhawatiran terhadap hilangnya dukungan publik atau popularitas politik bagi para pengambil keputusan.