Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan TNI. Program ini akan berlangsung selama lima hari, mulai dari 3 hingga 8 Agustus, dan bertujuan membantu anak-anak yang tinggal di asrama menjadi lebih mandiri.
Para taruna Akmil akan fokus memberikan pendampingan praktis kehidupan berasrama, seperti merapikan lemari, menata tempat tidur, membiasakan kerapian dalam berseragam, menyetrika pakaian, dan menyemir sepatu. Mereka juga akan memberikan pembinaan preventif untuk mencegah kekerasan dan perundungan di asrama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk kemandirian dan karakter siswa Sekolah Rakyat. Ia berharap taruna-taruna Akmil dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat tentang bagaimana hidup di asrama dengan disiplin dan mandiri.
Program ini memiliki dasar hukum yang kuat, merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Kementerian Sosial menyatakan bahwa program ini akan dijalankan dengan pendekatan penuh empati dan tanpa unsur paksaan.