Baru-baru ini, muncul kekhawatiran bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat mengancam berbagai profesi, termasuk profesi sekretaris. Namun, Rektor Universitas Tarakanita memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, AI tidak akan membuat profesi sekretaris mati, melainkan akan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Rektor Universitas Tarakanita menjelaskan bahwa AI dapat membantu sekretaris dalam melakukan tugas-tugas yang berulang dan memerlukan ketepatan, seperti pengelolaan data dan penjadwalan. Dengan demikian, sekretaris dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis dan kreatif, seperti mengembangkan hubungan dengan klien dan meningkatkan kualitas layanan.
Rektor juga menekankan bahwa AI tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam hal komunikasi dan interpersonal. Sekretaris masih dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas yang memerlukan kemampuan komunikasi yang baik, seperti menghadapi klien dan melakukan negosiasi. Oleh karena itu, profesi sekretaris masih akan tetap relevan di era AI.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI dalam berbagai industri telah meningkat pesat. Namun, masih banyak pekerjaan yang memerlukan kemampuan manusia yang unik, seperti kreativitas, empati, dan kemampuan komunikasi. Rektor Universitas Tarakanita yakin bahwa profesi sekretaris akan terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga tetap relevan dan dibutuhkan di masa depan.