Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meminta agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 15 Serengseng Sawah dihentikan sementara karena adanya teror bom. Atip meminta agar situasi di sekolah tersebut diamankan terlebih dahulu sebelum kegiatan MPLS dilanjutkan.
Atip mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan konfirmasi dengan pihak sekolah mengenai teror bom tersebut dan menyayangkan hal semacam itu masih terjadi. Menurut Atip, sekolah seharusnya menjadi wilayah yang aman dan harus dijaga bersama.
Anacam teror bom tersebut pertama kali diterima oleh guru dan staf TU SDN Srengseng Sawah 15 sekitar pukul 06.28 WIB melalui pesan singkat. Setelah itu, sang pengirim pesan menelepon guru itu, tetapi tidak diangkat. Lalu satu jam kemudian, orang itu kembali mengirimkan pesan, mengatakan bahwa dia tengah mengawasi sekolah.
Pihak sekolah langsung melaporkan pesan ini ke kepolisian. Sementara murid-murid dan guru dipulangkan lebih awal. Polisi telah mengantongi identitas peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan bahwa identitas pengirim pesan sudah dikantongi. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.