Menjaga kualitas ASI sangat penting untuk kesehatan bayi. Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menegaskan bahwa warna bukan penentu utama kualitas ASI. "Yang dicari bukan warna kuningnya, tetapi nutrisinya," kata Naomi.
Naomi menjelaskan bahwa warna ASI memang dapat berubah secara alami. Salah satu penyebabnya, yaitu kandungan beta karoten dari makanan tertentu, seperti wortel atau labu, yang bisa membuat ASI tampak lebih kekuningan. Meski begitu, warna kuning bukan satu-satunya tanda ASI berkualitas.
Menurut Naomi, ASI yang tampak putih atau lebih encer tetap memiliki fungsi penting sesuai fase menyusui dan kebutuhan bayi. Oleh karena itu, ibu menyusui lebih disarankan fokus menjaga kualitas nutrisi, kondisi tubuh, dan pola menyusui dibanding mengejar warna tertentu.
Ada beberapa cara untuk menjaga kualitas ASI, yaitu dengan menjaga asupan makan bergizi seimbang, tidak terlalu stres, menyusui atau pumping secara rutin, cukup istirahat dan minum, serta tidak terpaku pada warna ASI. Dengan melakukan hal-hal tersebut, ibu menyusui dapat membantu menjaga kualitas dan produksi ASI.
Naomi juga menyarankan ibu menyusui mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk protein hewani, sayur, kacang-kacangan, dan cukup cairan agar produksi ASI tetap optimal. Selain itu, ibu menyusui juga perlu menjaga kondisi mental dengan tidak terlalu stres, karena stres dapat menekan hormon prolaktin yang berperan dalam pembentukan ASI.
Dalam menjaga kualitas ASI, ibu menyusui juga perlu memperhatikan pola menyusui. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan menyusui sesering bayi mau. Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply dan demand, sehingga makin sering ASI dikeluarkan, tubuh akan terus memproduksinya.
Naomi mengingatkan, ASI pada dasarnya bersifat dinamis. Komposisinya dapat berubah sesuai usia bayi, fase menyusui, bahkan waktu dalam sehari. Oleh karena itu, ibu tidak perlu panik jika warna ASI berubah. Menurutnya, yang lebih penting memastikan bayi menyusu dengan baik, berat badan naik sesuai pemantauan, dan ibu tetap sehat selama proses menyusui.