Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NPJ Aging memperkirakan bahwa manusia berpotensi hidup hingga usia 146-194 tahun jika sebagian besar proses penuaan dapat dikendalikan. Namun, mutasi somatik merupakan salah satu penghambat utama dalam mencapai umur yang panjang. Mutasi somatik adalah perubahan materi genetik yang terjadi pada hampir seluruh sel tubuh, kecuali sel reproduksi seperti sperma dan sel telur.
Menurut para peneliti, mutasi somatik dapat mengganggu fungsi sel, memicu kematian sel, bahkan meningkatkan risiko kanker. Jeremy Clerc, asisten profesor Divisi Precision Medicine and Optimal Aging Institute di NYU Grossman School of Medicine, menjelaskan bahwa seseorang berusia 80-an dapat memiliki ribuan mutasi somatik di setiap sel tubuhnya.
Penelitian juga menemukan bahwa tidak semua organ menua dengan kecepatan yang sama. Sel hati termasuk yang paling tahan terhadap mutasi somatik karena mampu terus memperbarui diri. Berdasarkan model penelitian, sel-sel hati secara teoritis dapat bertahan hingga lebih dari 100 ribu tahun apabila tidak dipengaruhi faktor lain.
Sebaliknya, sel otot jantung dan neuron di otak jauh lebih rentan. Kedua jenis sel ini hampir tidak mampu membelah atau beregenerasi setelah rusak. Ketika fungsi sel-sel tersebut menurun, tubuh tidak memiliki mekanisme efektif untuk menggantinya. Para peneliti menyebut jantung dan otak sebagai critical lifespan bottlenecks, yakni organ yang menjadi batas utama umur manusia.
Cara terbaik memperpanjang usia tetap sederhana, yaitu dengan menjaga kesehatan jantung dan otak. Menurut Clerc, tidur yang cukup, makan sehat, aktif bergerak, mengelola stres, dan melakukan semuanya secara konsisten dapat membantu memperpanjang usia sehat.