Kesehatan

Usia Ideal untuk Program Bayi Tabung

Kamis, 30 Juli 2026, 01:12 WIB 45 views 2 menit baca
Ilustrasi. Usia ibu juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan bayi tabung. (iStockphoto/iLexx)
Ilustrasi. Usia ibu juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan bayi tabung. (iStockphoto/iLexx)
Bagikan:

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu harapan bagi pasangan yang mengalami infertilitas atau kesulitan memiliki keturunan. Seiring kemajuan teknologi reproduksi berbantu, tingkat keberhasilan IVF kini terus meningkat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa usia calon ibu tetap menjadi faktor penentu utama keberhasilan program tersebut.

Bayi tabung merupakan metode pembuahan buatan dengan cara mengambil sel telur dari ovarium untuk kemudian dibuahi oleh sperma di laboratorium. Embrio yang berhasil terbentuk selanjutnya ditanamkan kembali ke dalam rahim agar terjadi kehamilan. Dokter spesialis kandungan di Morula IVF Ivan Rizal Sini mengatakan, teknologi memang berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan IVF. Meski begitu, peluang keberhasilan sangat dipengaruhi oleh usia perempuan saat menjalani program.

Ivan mengungkapkan, perempuan yang menjalani program bayi tabung pada usia lebih muda memiliki peluang hamil yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang baru memulai program pada usia 40 tahun atau lebih. Karena itu, ia menyarankan pasangan yang berencana menjalani IVF untuk tidak menunda hingga usia terlalu matang. Idealnya, program dilakukan sebelum usia 35 tahun, ketika jumlah dan kualitas sel telur masih relatif baik.

Keberhasilan IVF mencapai 60 persen, Ivan mengungkapkan, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Morula IVF Indonesia saat ini berada pada kisaran 50-60 persen. Pada perempuan berusia di bawah 35 tahun, peluang keberhasilan bahkan dapat mencapai sekitar 60 persen. Menurutnya, angka tersebut sejalan dengan standar keberhasilan IVF yang berlaku secara global, baik di Australia, Amerika Serikat, maupun kawasan Asia Pasifik.

Selain usia, kemajuan teknologi juga memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan program bayi tabung. Salah satunya melalui teknologi Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A). PGT-A merupakan metode skrining kromosom pada embrio sebelum proses transfer ke dalam rahim. Teknologi ini membantu dokter memilih embrio yang memiliki susunan kromosom normal sehingga peluang implantasi dan kehamilan menjadi lebih tinggi.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait