Kesehatan

Vaksin mRNA untuk Demam Berdarah Dengue Siap Digunakan?

Rabu, 08 Juli 2026, 23:59 WIB 59 views 2 menit baca
Ilustrasi. BPOM mengungkap, saat ini Indonesia sedang mengembangkan vaksin mRNA untuk DBD. Meski masih pada tahap uji praklinis, hasil awal cukup menjanjikan. (iStock/Reptile8488)
Ilustrasi. BPOM mengungkap, saat ini Indonesia sedang mengembangkan vaksin mRNA untuk DBD. Meski masih pada tahap uji praklinis, hasil awal cukup menjanjikan. (iStock/Reptile8488)
Bagikan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap bahwa Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin mRNA untuk demam berdarah dengue (DBD). Jika sudah disetujui, ini bakal menjadi vaksin pertama di dunia untuk penyakit tersebut.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pengembangan vaksin ini bukan sekadar proyek ilmiah, melainkan langkah bersejarah yang bisa membawa nama Indonesia ke panggung riset global. "Dalam hal pengembangan vaksin, BPOM punya tekad untuk secara maksimal melakukan apa yang bisa kita lakukan karena ini kita akan buat sejarah, mRNA vaccine pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah," ujarnya.

Taruna melanjutkan bahwa hingga kini belum ada terapi spesifik untuk mengatasi penyakit tersebut. Penanganan pasien DBD masih fokus pada pengendalian gejala, menjaga cairan tubuh, dan mencegah komplikasi akibat dehidrasi ataupun syok dengue. Ia juga menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan spesialis di University of California, Irvine, di mana ia menangani seorang pasien yang terinfeksi dengue sepulang dari Asia Tenggara.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam riset dengue. Tingginya jumlah kasus membuat tenaga kesehatan dan peneliti di Tanah Air memiliki pengalaman klinis yang sangat berharga untuk mendorong lahirnya inovasi vaksin. "Kalau ini bisa berhasil, bukan hanya Tsinghua University dan Universitas Indonesia, tapi juga seluruh dunia akan berdampak," ucap Taruna.

Meski prototipe vaksin mRNA dengue sudah diperkenalkan, Taruna menegaskan bahwa tahap ini baru langkah awal. Vaksin tersebut masih harus melewati rangkaian pengujian, terutama uji klinis, sebelum benar-benar bisa digunakan secara luas. Pemimpin peneliti dari Etana Biotechnologies Indonesia, Beti Ernawati Dewi, menyebut vaksin DBD masih berada pada tahap uji praklinis, tetapi hasil awal menunjukkan respons imun yang menjanjikan.

Beti berharap dalam enam bulan ke depan, penelitian dapat berlanjut ke pengujian efikasi pada subjek di Indonesia. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, vaksin ini berpotensi menjadi vaksin mRNA pertama di dunia untuk mencegah DBD. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara pertama yang memiliki vaksin mRNA untuk demam berdarah dengue.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait