Benturan atau pantulan bola saat berolahraga sulit dihindari, terutama dalam permainan seperti pickleball, tenis, badminton, squash, hingga futsal. Meski terlihat sepele, benturan yang mengenai mata dapat menyebabkan cedera, mulai dari memar, perdarahan, hingga gangguan penglihatan yang membutuhkan penanganan medis.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), bola berukuran kecil seperti bola tenis, squash, baseball, atau bola raket lainnya menjadi salah satu penyebab paling umum trauma mata saat berolahraga. Cedera yang mungkin terjadi antara lain: memar dan pembengkakan di sekitar mata, lecet pada kornea, perdarahan di bagian depan mata, dislokasi lensa, robekan retina, hingga kehilangan penglihatan permanen.
Jika mata terkena hantaman bola saat berolahraga, AAO menyarankan beberapa langkah pertolongan pertama. Pertama, hentikan aktivitas dan istirahatkan mata. Jangan memaksakan diri melanjutkan pertandingan meski rasa sakit tampak ringan. Kedua, kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tempelkan kompres dingin di sekitar mata selama sekitar 10-20 menit, namun hindari menekan bola mata secara langsung.
Perhatikan perubahan penglihatan, jika penglihatan mulai kabur, muncul bayangan, atau terasa ada yang mengganjal di mata, segera periksakan diri ke dokter. Saat mata terkena benturan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari karena justru dapat memperparah cedera, seperti menggosok mata, menekan bola mata, mencoba mengeluarkan benda yang menancap, dan menggunakan obat tetes mata sembarangan tanpa anjuran dokter.
Cedera mata memerlukan pertolongan medis segera bila disertai gejala tertentu, seperti penglihatan kabur atau menurun, melihat kilatan cahaya, muncul banyak bintik hitam, perdarahan pada mata, nyeri hebat, mata sulit dibuka, bentuk pupil tampak tidak normal, atau mual dan muntah setelah benturan. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya cedera yang lebih serius, seperti perdarahan di dalam mata, lepasnya retina, atau peningkatan tekanan di dalam bola mata.