BPJS Kesehatan tidak hanya digunakan untuk pengobatan, tetapi juga untuk pencegahan dan promosi kesehatan. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, dr. Lula Kamal, mengatakan bahwa layanan konsultasi psikolog telah menjadi bagian dari pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dapat diakses oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Lula mengingatkan masyarakat agar tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional ketika mengalami masalah psikologis. "Kita udah ngerti banget, makanya di puskesmas atau FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) atau di klinik, tuh, udah disiapin yang namanya psikolog. Boleh deh curhat, mendingan curhat sama psikolog, enggak bakalan dibuka ke mana-mana," katanya.
BPJS Kesehatan juga tengah menyiapkan layanan konsultasi online yang lebih mudah dijangkau secara daring. Lula mengatakan bahwa layanan ini akan memungkinkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan psikolog secara online. "Nanti juga kita akan ada layanan yang bisa lebih cepat lagi, bisa online. Jadi bisa kemudian kamu cerita," katanya.
Lula juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas yang kini semakin lengkap. "Bisa loh jalan-jalan ke puskesmas di Jakarta yang udah cakep-cakep. Untuk ngecek tensi, ngecek gula darah, periksa kolesterol gratis. Kalau ke laboratorium, kan, harus bayar," ujarnya.
BPJS Kesehatan merupakan program gotong royong yang dimiliki seluruh peserta JKN. Lula mengingatkan bahwa BPJS Kesehatan adalah program yang dimiliki oleh masyarakat, bukan oleh negara. "BPJS itu punya kita, bukan punya negara. Karena uangnya uang kamu semua, uang saya. Saya juga nabung di celengan ayam yang namanya JKN. Kita rame-rame nabung. Janjiannya adalah kalau nanti ada yang sakit, seluruh masyarakat Indonesia yang sakit kita bayarin dari celengan ayam kita tersebut," tutupnya.