Kesehatan

Pentingnya Memahami Usia yang Tepat untuk Mengonsumsi Susu UHT pada Bayi

Minggu, 09 Agustus 2026, 07:51 WIB 45 views 2 menit baca
Ilustrasi. Tak sedikit orang tua yang belum tahu apakah bayi boleh minum susu UHT atau tidak. (Getty Images/supersizer)
Ilustrasi. Tak sedikit orang tua yang belum tahu apakah bayi boleh minum susu UHT atau tidak. (Getty Images/supersizer)
Bagikan:

Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua sejak awal kehidupan si kecil. Banyak orang tua mulai bertanya-tanya, apakah bayi boleh minum susu UHT? Jawabannya adalah boleh, tetapi dengan batasan usia dan jumlah konsumsi yang tepat.

Susu UHT dikenal praktis, mudah ditemukan, dan memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Namun, bukan berarti minuman ini bisa diberikan kepada bayi sejak dini. Menurut para ahli, bayi dapat mulai mengonsumsi susu sapi yang telah dipasteurisasi maupun susu UHT setelah berusia 1 tahun. Namun, susu UHT bukanlah minuman yang wajib diberikan setiap hari.

Bayi di bawah satu tahun tidak boleh minum susu UHT karena beberapa alasan. Pertama, kandungan protein dan mineralnya lebih tinggi sehingga membebani kerja ginjal bayi. Kedua, bayi lebih berisiko mengalami dehidrasi karena ginjal belum mampu memproses zat gizi tersebut secara optimal. Ketiga, kandungan zat besi dan vitamin C pada susu sapi lebih rendah dibandingkan ASI. Keempat, konsumsi terlalu dini dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan belajar, dan perkembangan anak.

Untuk mengenalkan susu UHT pada bayi, orang tua dapat melakukan beberapa cara. Pertama, campurkan sedikit susu UHT dengan ASI atau susu formula, lalu tingkatkan porsinya secara bertahap. Kedua, gunakan susu sebagai bahan tambahan pada makanan, misalnya untuk membuat oatmeal, bubur, atau smoothie. Ketiga, berikan dalam suasana yang menyenangkan tanpa memaksa anak menghabiskannya.

Jika anak belum menyukai susu UHT, orang tua tidak perlu khawatir. Kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi dari yoghurt tanpa pemanis, keju, serta makanan tinggi kalsium lainnya. Dengan memahami pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan cara yang seimbang dan aman, orang tua dapat membantu si kecil tumbuh dan berkembang dengan baik.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait