Kesehatan

Penyakit Jantung Mulai Mengancam Usia Muda

Kamis, 04 Juni 2026, 03:28 WIB 15 views 2 menit baca
Ilustrasi. Waspada, penyakit jantung bisa dialami usia muda. (istockphoto/Silver Place)
Ilustrasi. Waspada, penyakit jantung bisa dialami usia muda. (istockphoto/Silver Place)
Bagikan:

Penyakit jantung selama ini identik dengan usia lanjut, namun tren tersebut mulai berubah. Dokter menemukan semakin banyak kasus gangguan jantung yang muncul pada usia muda, bahkan di bawah 30 tahun. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik, Teguh Triyono, mengatakan bahwa penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu, baik di Indonesia maupun dunia.

Yang mengkhawatirkan, serangan jantung kini juga banyak ditemukan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun. Teguh menjelaskan bahwa perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular pada usia muda. Kebiasaan kurang bergerak atau sedentary lifestyle, konsumsi makanan cepat saji, hingga minim aktivitas fisik disebut ikut memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah.

Teguh menjelaskan bahwa kerusakan pembuluh darah dapat berdampak pada berbagai organ vital. Jika terjadi di otak, risikonya stroke. Bila terjadi di jantung, bisa memicu serangan jantung. Sementara jika mengenai ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal. Karena itu, pemeriksaan laboratorium dinilai memiliki peran penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.

Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah profil lemak atau lipid profile untuk melihat kadar kolesterol dalam tubuh. Pemeriksaan ini membantu memprediksi risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Perkembangan teknologi juga membuat pemeriksaan laboratorium kini semakin canggih, salah satunya melalui teknologi Total Laboratory Automation (TLA) yang mulai diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan modern.

General Manager Mindray Medical Indonesia, Conan Chen, menjelaskan bahwa sistem TLA memungkinkan integrasi penuh antara perangkat laboratorium, software, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem teknologi informasi dalam satu ekosistem. Dengan sistem yang lebih fleksibel, laboratorium berkapasitas kecil pun mulai dapat bertransformasi menjadi smart lab, sehingga deteksi dini penyakit menjadi lebih cepat dan akurat, termasuk untuk penyakit jantung yang kini makin banyak menyerang usia muda.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait