Kesehatan

Cuaca Panas Mengganggu Tidur Malam, Ini Penyebab dan Dampaknya

Kamis, 30 Juli 2026, 10:13 WIB 53 views 2 menit baca
Ilustrasi. Perubahan iklim yang membuat malam terasa panas ternyata ikut berdampak pada berkurangnya waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia. (iStockphoto/estefanamer)
Ilustrasi. Perubahan iklim yang membuat malam terasa panas ternyata ikut berdampak pada berkurangnya waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia. (iStockphoto/estefanamer)
Bagikan:

Cuaca panas yang melanda berbagai wilayah di dunia dapat mengganggu kualitas tidur malam. Menurut analisis terbaru dari Climate Central, malam yang semakin panas akibat perubahan iklim dapat mengurangi waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia. Rata-rata penduduk dunia kehilangan hampir 56 jam waktu tidur setiap tahun akibat suhu malam yang terlalu panas.

Tubuh secara alami menurunkan suhu inti menjelang tidur, namun ketika udara malam terlalu panas, proses tersebut menjadi lebih sulit. Hal ini menyebabkan seseorang lebih mudah terbangun atau kesulitan memasuki fase tidur yang nyenyak. Climate Central mencatat bahwa dampak terbesar terjadi di wilayah yang memang sudah memiliki suhu malam yang tinggi, seperti kota-kota di Timur Tengah dan beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Di Indonesia, warga Jakarta, Bekasi, dan Tangerang diperkirakan kehilangan sekitar 84 jam waktu tidur setiap tahun akibat suhu malam yang panas. Sementara itu, warga Bogor diperkirakan kehilangan sekitar 75 jam tidur per tahun, sedangkan Serang mencapai sekitar 90 jam. Dari total kehilangan waktu tidur tersebut, sekitar 6 hingga 8 jam setiap tahunnya dikaitkan dengan perubahan iklim yang membuat suhu malam semakin hangat.

Untuk menjaga kualitas tidur saat cuaca panas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Jika memungkinkan, gunakan pendingin ruangan atau kipas angin agar suhu kamar tetap sejuk. Mengenakan pakaian tidur dan seprai berbahan katun atau bahan lain yang mudah menyerap keringat juga dapat membantu. Pastikan ventilasi kamar berfungsi dengan baik agar sirkulasi udara tetap lancar dan ruangan tidak pengap.

Kendati suhu panas dapat mengganggu tidur malam banyak orang, kelompok tertentu diketahui lebih rentan mengalaminya. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lebih rentan mengalami gangguan tidur lebih dibandingkan orang dewasa paruh baya. Selain lansia, perempuan, masyarakat di negara berpendapatan menengah ke bawah, serta mereka yang tinggal di wilayah beriklim panas juga cenderung mengalami dampak yang lebih besar.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait