Mengikuti lomba lari pertama memerlukan persiapan yang matang, terutama bagi pemula. Direktur Program Campaign SGIM 2026, Ahmad Valets atau dikenal sebagai Coach Valast, menyarankan pemula untuk membangun kebiasaan olahraga secara bertahap sebelum meningkatkan intensitas latihan. Coach Valast mengatakan bahwa pemula sebaiknya memulai dengan jalan kaki selama 20-30 menit secara rutin untuk membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik.
Setelah tubuh terbiasa berjalan, latihan dapat ditingkatkan secara perlahan dengan menyisipkan easy jogging dalam jarak pendek, kemudian kembali berjalan. Misalnya, pelari dapat berjalan sejauh 500 meter, kemudian melakukan jogging ringan sejauh 200 meter. Jarak jogging selanjutnya dapat ditambah secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Coach Valast juga menyarankan untuk tidak membandingkan pencapaian dengan pelari lain dan fokus pada membangun daya tahan dan membiasakan tubuh melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Persiapan race perlu disesuaikan dengan jarak yang akan ditempuh. Semakin jauh jarak lomba, semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan tubuh. Coach Valast menyarankan persiapan sekitar tiga bulan untuk target 5K atau 10K, dan enam hingga delapan bulan untuk jarak yang lebih jauh. Selain itu, perhatikan pola makan dan pastikan untuk mendukung kebutuhan energi selama latihan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program latihan, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu.
Coach Valast juga menekankan pentingnya untuk tidak memaksakan diri dan mendengarkan sinyal tubuh. Jika tubuh memberikan sinyal bahwa latihan terlalu berat, sebaiknya berhenti dan mengevaluasi kondisi. Race bukan satu-satunya kesempatan untuk mencapai target. Yang terpenting adalah menikmati setiap prosesnya dan tidak menjadikan pencapaian pelari lain sebagai patokan. Dengan mempersiapkan diri secara baik dan fokus pada proses, Anda dapat meningkatkan kemampuan dan keselamatan saat berlari.